Bidang
Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian memprediksi industri manufaktur akan tumbuh
pada kisaran 5,8-6,2 persen pada akhir tahun 2013.
Beberapa industri memang
tumbuh prospektif tapi sebagian besar masih terhalang oleh krisis global. Beberapa
industri seperti produksi ban, semen, automotif bisa tumbuh di atas 6 persen.
Tapi perkiraan keseluruhan industri manufaktur rata-rata tumbuh 5,8-6,2 persen.
Pemerintah juga
telah mulai membangun industri dasar.
Industri utama yang difokuskan pemerintah
adalah industri besi baja, metal logam, petrokimia, dan industri hulu lainnya.
Diharapkan,
ke depan, industri pembuatan mesin tekstil dan manufaktur akan dibuat di
Indonesia sehingga tak perlu impor. Ini mengandaikan industri besi baja dan
logam dasar sudah berjalan lancar.
Tentang petrokimia diharapkan penambahan
kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor. Industri
semacam ini diharapkan dapat menekan impor bahan baku, di mana kebutuhan
domestik dapat dipenuhi oleh perusahaan yang berbasis di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar