Setelah
menunggu 27 tahun, akhirnya pembangunan transportasi Mass Rapid Transit (MRT)
dimulai. Setelah konstruksi MRT jalur bawah tanah diresmikan dengan ground
breaking, pengerjaan konstruksi layang baru akan dilakukan awal tahun 2014
mendatang. Tender kontrak konstruksi layang baru akan ditandatangani
bulan-bulan ini, termasuk juga dua paket selebihnya, yakni rolling stock
(kereta) dan railway, baru akan ditenderkan awal tahun depan. Konstruksi layang proses tendernya sudah
selesai, dan saat ini sedang proses kontrak.
Pekerjaan
bawah tanah dilakukan lebih dulu karena mengandung kesulitan yang lebih tinggi,
termasuk pengeboran dan membuat tunnel di dalam tanah, dibandingkan pengerjaan
jalur layang. Disebutkan, pekerjaan konstruksi layang akan melengkapi
konstruksi bawah tanah dalam rangka pembangunan jalur MRT fase pertama, yakni
jalur selatan-utara, antara Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 16 kilometer.
Jalur bawah tanah dibangun sepanjang 5,9
kilometer dari Bundaran HI hingga Bundaran Senayan. Kemudian, jalur layang
sepanjang 9,8 kilometer dari Sisingamangaraja hingga Lebak Bulus.
Tahap awal proyek
MRT mengalami kemunduran dua tahun, tapi manajemen PT MRT Jakarta berusaha
melakukan percepatan dengan meningkatkan intensitas komunikasi dengan
Pemerintah Pusat, DKI, DPRD, dan kontraktor. Kepastian ini diperoleh setelah
tahap proyek tender selesai.
Manajemen
PT MRT Jakarta melakukan penandatanganan kontrak dengan konsorsium pemenang,
masing-masing Konsorsium Tokyu-WIKA dan konsorsium Obayashi-Shimizu-Jaya
Konstruksi pada Rabu 16/10-2013. Konsorsium Tokyu-WIKA memenangkan tender untuk
paket Konstruksi Layang CP 101 dan CP 102, sementara Konsorsium
Obayashi-Shimizu-Jaya Konstruksi memenangkan tender untuk Paket Konstruksi
Layang CP 103.





.jpg)


