Tampilkan postingan dengan label konstruksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konstruksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2013

KEMAJUAN PROYEK KONSTRUKSI MASS RAPID TRANSIT JAKARTA



Setelah menunggu 27 tahun, akhirnya pembangunan transportasi Mass Rapid Transit (MRT) dimulai. Setelah konstruksi MRT jalur bawah tanah diresmikan dengan ground breaking, pengerjaan konstruksi layang baru akan dilakukan awal tahun 2014 mendatang. Tender kontrak konstruksi layang baru akan ditandatangani bulan-bulan ini, termasuk juga dua paket selebihnya, yakni rolling stock (kereta) dan railway, baru akan ditenderkan awal tahun depan.  Konstruksi layang proses tendernya sudah selesai, dan saat ini sedang proses kontrak. 

Pekerjaan bawah tanah dilakukan lebih dulu karena mengandung kesulitan yang lebih tinggi, termasuk pengeboran dan membuat tunnel di dalam tanah, dibandingkan pengerjaan jalur layang. Disebutkan, pekerjaan konstruksi layang akan melengkapi konstruksi bawah tanah dalam rangka pembangunan jalur MRT fase pertama, yakni jalur selatan-utara, antara Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 16 kilometer. Jalur bawah tanah  dibangun sepanjang 5,9 kilometer dari Bundaran HI hingga Bundaran Senayan. Kemudian, jalur layang sepanjang 9,8 kilometer dari Sisingamangaraja hingga Lebak Bulus.


Tahap awal proyek MRT mengalami kemunduran dua tahun, tapi manajemen PT MRT Jakarta berusaha melakukan percepatan dengan meningkatkan intensitas komunikasi dengan Pemerintah Pusat, DKI, DPRD, dan kontraktor. Kepastian ini diperoleh setelah tahap proyek tender selesai. 

Manajemen PT MRT Jakarta melakukan penandatanganan kontrak dengan konsorsium pemenang, masing-masing Konsorsium Tokyu-WIKA dan konsorsium Obayashi-Shimizu-Jaya Konstruksi pada Rabu 16/10-2013. Konsorsium Tokyu-WIKA memenangkan tender untuk paket Konstruksi Layang CP 101 dan CP 102, sementara Konsorsium Obayashi-Shimizu-Jaya Konstruksi memenangkan tender untuk Paket Konstruksi Layang CP 103.